Kemarin saya lihat di facebook seorang teman membagikan screen capture status whatsapp seseorang yang isinya begini
Begitu banyak orang miskin yang ingin merasakan berbuka puasa dengan takjil. Tapi apa daya mereka tak punya kendaraan untuk datang ke lampu-lampu merah. Akhirnya mereka hanya ikhlas berbuka ala kadarnya di gubuk mereka yang mungkin hanya dengan nasi dan garam.
Pertanyaan saya adalah sudah tepat sasarankah saudara saudariku yang berbagi takjil di lampu-lampu merah. Karena alangka ruginya keikhlasan kalian bila itu tidak tepat sasaran dan tahukah kalian kalau sebenarnya kalian telah mengurangi omset pendapatan dari para penjual takjil. Di mana orang yang mau pergi beli takjil batal belanja karena kalian sudah memberi di lampu merah.
Wow saya kaget dong sodara-sodara bacanya. Pemikiran manusia memang beragam ya.. Dan sebagai mantan relawan pemberi takjil di perempatan, saya jadi gatel pengen membahas hal ini.





