Pernah suatu kali saat sedang kesal-kesalnya pada suami, saya
bertanya-tanya tentang apa yang para wanita khususnya para istri
lakukan. Apa yang membuat seorang wanita mau melepaskan ego pribadi
untuk tunduk patuh dan khidmat pada perintah suami. Apa yang membuat
wanita mencuci, menjemur, menyetrika, membereskan rumah, memasak makanan
enak dan melakukan pekerjaan domestik lainnya. Apa yang membuat para
makhluk aneh dan ajaib ini bertahan dalam pernikahan.
Lain hari saat saya harus berdarah-darah (dalam artian sebenarnya) menyusui anak pertama kami, saya kembali bertanya-tanya lagi tentang apa yang para wanita ini khususnya para ibu lakukan. Kenapa seorang ibu mau bersusah-susah mengandung, merasakan mual, pening, begah, heart burn, dan sakitnya melahirkan. Kenapa setelah kesusahan itu seorang ibu mau-maunya bangun tengah malam menyusui anak hingga dua tahun lamanya.
Lain hari saat saya harus berdarah-darah (dalam artian sebenarnya) menyusui anak pertama kami, saya kembali bertanya-tanya lagi tentang apa yang para wanita ini khususnya para ibu lakukan. Kenapa seorang ibu mau bersusah-susah mengandung, merasakan mual, pening, begah, heart burn, dan sakitnya melahirkan. Kenapa setelah kesusahan itu seorang ibu mau-maunya bangun tengah malam menyusui anak hingga dua tahun lamanya.
















