Kampus saya, IPB berada jauh di pelosok kota Bogor. Sekitar 60 menit dari terminal Baranangsiang atau dari Pool Bus Damri dan harus naik angkot dua kali. Bayangkan. Dua kali sodara-sodara. Enam puluh menit!!!
Dan sebagai mahasiswa rantau yang baik, saya haruslah bersabar hidup diperantauan tanpa kendaraan (kecuali sepeda mini tanpa gigi berwarna biru kesayangan). Sungguh angkot yang jumlahnya super buanyak adalah satu-satunya pilihan bagi saya yang tidak punya sopir atau tukang ojek pribadi di kota ini (ambigu banget kalimatnya). Dan angkot sering kali membuat saya gundah, galau, labil, cenat-cenut (istilah yang sedang ramai dibicarakan di dunia anak muda tahun 2011an). Ada yang ngetem hampir setengah jam, ada yang supirnya ngibul, ada yang suka muter musik kenceng-kenceng, ada-adaaaaaaaaaaaa ajaaaah...
Kadang ulah angkot ini membuat saya berpikir bagaimana jika saya JADI JURAGAN ANGKOT saja.
Saya ingin jadi juragan angkot jurusan kampus dalam. Angkot kampus dalam melewati hampir seluruh wilayah kost-kostan mahasiswa IPB. Sehingga angkot ini hampir selalu setia mengangkut mahasiswa IPB keluar dari “goanya”. Goa terpencil. Ingat sodara-sodara, terpenciiiiiiiil.... Sungguh moda transportasi yang sangat berjasa.
Saya ingin jadi juragan angkot tapi tidak perlu menambah jumlah angkot yang ada. Saya malah berencana akan mempersedikit jumlah angkot yang ada. Saya akan membeli angkot-angkot yang sudah beredar. Para sopir akan diberi gaji tetap dan gaji tambahan berupa bagi hasil dari penghasilan ngangkotnya (bentuk ngayal yang pake pertimbangan semau gue).
Saya ingin jadi juragan angkot yang punya manajemen yang keren (ini ngayalnya keterlaluan). Saya akan menerapkan beberapa peraturan kepada supir angkot. Pelanggaran pada peraturan ini akan menyebabkan skorsing yang berarti pengurangan gaji tambahan. Berikut adalah peraturan yang akan saya buat :
1. Dilarang merokok
Jelas ye ini udah jadi hal pokok.
2. Angkot harus dibersihkan sebanyak minimal 2 kali sehari
Yoi dong ya, klo kata ustadz-ustadz katanya rasulullah bersabda kebersihan itu sebagian dari iman.
3. Angkot harus berhenti mengangkut penumpang 10 menit sebelum adzan berkumandang. Para supir angkot laki-laki harus sholat di masjid atau musholla terdekat
Biarin deh, rezeki pas lagi sholat mah ga akan kemana. Masa kita ngejalanin perintahNya tapi dipersulit rezekinya. Yang ga sholat aja ada rezekinya, masa yang sholat tepat waktu ga kebagian rezeki. Ya ga chuy?
4. Dilarang NGETEM
Saya adalah orang yang tidak menganut paham ngetemisme sehingga supir-supir angkot yang berada di bawah naungan saya (tsaaaaaaaah... mantap!) harus bisa mengikuti paham saya. No ngetemisme.
Ngetem adalah kezholiman, kecuali sudah ada kesepakatan dengan para penumpang. Penumpang harus ditanyain satu-satu “Teh, Kang boleh ga ngetem?”. Ngetem juga ada batas waktunya dan juga harus disepakati dengan para penumpang, sehingga nanyanya jadi begini “Teh, Kang boleh ga ngetem selama lima menit? klo ga boleh saya ga akan ngetem deh...”
Menurut pandangan saya (yang tanpa bukti dan belum ilmiah ini) mungkin angkot yang ngetem dan yang tetap jalan jika kita bandingkan antara bensin yang dihabiskan dan pendapatannya, maka hasilnya akan sama saja. Malah bisa jadi yang ga ngetem dapat rezeki lebih banyak. Dan bisa jadi yang ga ngetem akan lebih bahagia karena tidak dikutuk sama penumpangnya. Lagi pula ngetem hanya membuat polusi bertumpuk pada satu titik contohnya di daerah lampu merah bubulak. Saya rasa nyamuk normal ga akan mau terbang di daerah sana.
5. Dilarang menyalakan musik kencang-kencang
Jika ingin menyelakan musik, maka akan kita putarkan musik orkestra (???), musik klasik, lagu-lagu pop yang slow bukan dangdut dan bukan underground.
6. Dilarang melakukan praktek penipuan dalam bentuk apapun
Jadi angkot-angkot kampus dalam, ciampea, ciherang, cibeureum, jasinga, dkk biasanya melakukan praktek-praktek penipuan yang menzholimi penumpang, misalnya nih...
- Penumpang palsu
Penumpang palsu ini biasanya penampilannya ga beda-beda banget sama sang supir. Kulit gelap, baju ala alay, dan ga bawa apa-apa. Penumpang angkot sejati biasanya ada aja yang dibawa entah tas atau kresek. Penumpang juga terlihat akrab dengan supir.
Apa fungsi penumpang palsu? Penumpang palsu ini untuk mengelabuhi penumpang asli agar penumpang asli mau naik angkot dengan asumsi angkot sudah terisi sehingga angkot tidak terlalu lama ngetemnya.
- Dua lagi... dua lagi...
Biasanya ini menjadi slogan untuk menarik penumpang. Sayangnya ini hanya “manis di bibir” (saya pinjem istilah seseorang). Misalnya jumlah penduduk di angkot sudah tiga orang, lalu sang supir bilang “dua lagi... dua lagi...”.
“Dua lagi.... dua lagi...” (before)
Naiklah seorang mahasiwa. Jumah penduduk angkot jadi empat. Tapi sang supir tetap berteriak “dua lagi... dua lagi...”.
“Dua lagi... dua lagi...” ( -_______-??? )
Hadeeeh.. Ini kan pembodohan. Harusnya sang supir merubah teriakan cemprengnya menjadi “satu lagi... satu lagi...”
- Nyodok
Saya sebenernya ga suka istilah ini. Istilah ini membuat saya membayangkan bebek atau angsa. NYODOK. Angsa banget kan? (abaikan)
Ini istilah yang digunakan para supir untuk menjelaskan bahwa angkot ini ga akan ngetem. Tapi buuu... teteup aja ngetemnya lama. Dasar pembohong! (emosi jiwa)
- Maju mundurin angkot
Ada calon penumpang, keliatan udah deket, sang supir langsung sedikit memajukan angkotnya, biar kelihatan seperti mau “jalan”. Lalu sang calon penumpang panik, mulai lari-lari kecil naik ke angkot. Penumpang udah di dalem angkot. Eeeeh... angkotnya mundur lagi. Begitu seterusnya. Sampe penumpang yang naik paling awal rasanya mual-mual karena digundang-guncang di dalem angkot.
Jangan nipu lah ya... Namanya mau cari rezeki yang baik, ya harus diambil dari cara yang baik. Jangan sampai ada pihak yang merasa dibohongi, dizholimi, disakiti. Mungkin kebahagian mendapatkan banyak penumpang gara-gara “nipu” hanyalah kebahagian semu. Bisa jadi hidupnya tidak jadi bahagia karena banyak yang tidak suka, banyak yang mengutuk dalam hatinya. Sungguh, kebahagiaan yang diraih dengan mengorbankan orang lain tidak akan jadi kebahagiaan sejati. Bisa jadi kenapa supir angkot yang ngangkot dengan cara ngibul ini ga kaya-kaya karen caranya ga berkah. Wallahu’alam.
Sebenarnya saya juga ga sungguh-sungguh amat nulis ini. Ini hanya sejenis ngayal atau curhat masalah perangkotan di Bogor. Karena saya sayang kota ini. Seperti saya mencintai Palembang dan Yogyakarta.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Jika ada perbedaan pendapat, semoga tidak terjadi peperangan, perang senjata maupun perang dingin apalagi perang bantal (-_____-). Saya Desni Utami, C.SKPm, melaporkan dari Dramaga, Bogor.
*endingnya ga jelas
Ada tambahan lagi, dilarang kebut-kebutan, harus punya sim, dan dilarang berhenti sembarangan (tapi bukan angkot ya klo ga berhenti sembarangan hadeeeeh...)
Ada tambahan lagi, dilarang kebut-kebutan, harus punya sim, dan dilarang berhenti sembarangan (tapi bukan angkot ya klo ga berhenti sembarangan hadeeeeh...)
Pagi-pagi kita udah bangun, udah rapih-rapih, dan udah siap ke lokasi pernikahan Nay, nama panggilan kesayangan buat Nailah Sa'adah. Kita yang udah nginep dari sehari sebelumnya di rumah Mbahnya Kalia di Subang cuma butuh 60 menit buat sampai di lokasi. Jalanan yang berliku-liku membuat isi perut hasil menjarah sarapan di rumah Mbahnya Kalia berasa ingin izin keluar lagi. Howeeeeek...
Kami bertanya apakah Nay cenat-cenut? Apa dia deg-degan? Jawabannya "KAGAK" sambil ngakak.
Tapi dari wajahnya, bahasa tubuhnya, dia tidak bisa menyembunyikan sedikitpun ketegangannya. Dia bolak balik berdiri, duduk, jongkok, ke kamar, ke pintu, mengintip di jendela.. Bayangkan poin jongkok
Dengan kostum cantiknya nan ayu, dia jongkok sambil lompat-lompat. Dia berteriak saat kotak seserahan masuk ke rumah, "ini buat aku yaaaaa? huwaaaaaaa...." sungguh ekspresi Nay elbiway (lebay hehe...)
Untuk mengurangi resahnya Nay, kami bersama-sama mengulang alma'tsurat, lalu foto-foto dengan berbagai pose. Nay sudah sedikit tenang. Tapi malah kami yang deg-degan hehehe...
Kami bertanya apakah Nay cenat-cenut? Apa dia deg-degan? Jawabannya "KAGAK" sambil ngakak.
Tapi dari wajahnya, bahasa tubuhnya, dia tidak bisa menyembunyikan sedikitpun ketegangannya. Dia bolak balik berdiri, duduk, jongkok, ke kamar, ke pintu, mengintip di jendela.. Bayangkan poin jongkok
Dengan kostum cantiknya nan ayu, dia jongkok sambil lompat-lompat. Dia berteriak saat kotak seserahan masuk ke rumah, "ini buat aku yaaaaa? huwaaaaaaa...." sungguh ekspresi Nay elbiway (lebay hehe...)
Untuk mengurangi resahnya Nay, kami bersama-sama mengulang alma'tsurat, lalu foto-foto dengan berbagai pose. Nay sudah sedikit tenang. Tapi malah kami yang deg-degan hehehe...
Akhwat Baik-Baik dengan Pose formal
Akhwat baik-baik dengan pose kacau
Empat orang yang kerudungnya samaan
Oh iya, kali ini geng kami menggunakan seragam rok batik, sedangkan baju dan kerudung dibebaskan, asal match. Alhamdulillah pada pinter-pinter mix and match bajunya.
Cieeee.....
Akhirnya Nay bisa senyum juga
dan Nizhom mukanya legaaaaa banget dah...
Klo gue yang nikah, yang tinggi harus berdiri di tenggah
biar fotonya ga kepotong
*gue nya ga ada dooooong huhuhu....
baiklah Nay, Nizhom semoga bahagia dunia akhirat....
dikaruniai anak-anak yang sholeh-sholeha
baarakallahulakuma wa baaraka'alaykuma wa jama'a bainakuma fii khair...
*dan semoga gue cepet nyusul ye nay (ups!)
dikaruniai anak-anak yang sholeh-sholeha
baarakallahulakuma wa baaraka'alaykuma wa jama'a bainakuma fii khair...
*dan semoga gue cepet nyusul ye nay (ups!)
Sekarang lagi musim kerudung pashmina, pashmina yang dijadiin kerudung hehe.. Mari coba pakai kerudung pashmina tapi tetap syar'i, tetap menutupi dada.
Bismillah...
1. Pake ciput yang nyaman (ahahaha... muke gue bego banget)
kali ini saya menggunakan ciput arab seperti ini
bergo (kerudung instan) putih kecil di atas tidak akan saya gunakan, bergo ini hanya berfungsi menutupi leher dan dada dalam foto ini sebelum pashminanya terpakai sempurna
2. Pasang pashmina tapi tidak sama panjangnya.
Satu sisi lebih panjang dari sisi lainnya. Saya memilih sisi kiri lebih panjang dari kanan. Sesuai kenyamanan.
Oh iya, sebaiknya pilih pashmina yang lebar, pashmina yang saya gunakan lebarnya sekitar 70 cm
3. Letakkan ujung sisi pashmina yang lebih pendek ke bahu sisi lainnya.
Dalam hal ini letakkan ujung sisi kanan ke bahu kiri.
Lalu rekatkan dengan peniti.
4. Putar sisi pashmina yang lebih panjang (dalam hal ini sisi kiri) ke depan
5. Lalu lilit ke atas hingga kembali ke sisi semula (kiri)
6. Tambahkan jarum pentul untuk menguatkan
Tadaaaa... jadi deh.... menutup dada dan bagian belakang pun tetap panjang....
Kemaren udah nyobain pake kerudung begini keluar tapi dikomentari katanya muka gue aneh. Oke deeeeh... Yang salah bukan jilbabnya tapi guenya...Hahahha... (nangis seember)
Yoweslah, pakailah kerudung yang bikin kamu pede. Tapi inget SYAR'I COME FIRST ya... menutup dada, tidak transparan dan tidak membentuk tubuh.
| septin masih benerin kerudung |
| nungguin makanan, sambil diiringi lagu sunda |
| lagu sundanya dari sini, lagi ada lomba tari, berasa makan di nikahan orang sunda |
| manekin versi manyun |
| pose gue ga banget.... |
No more waiting, No more aching
No more fighting, No more trying
Maybe there's nothing more to say
And in a funny way I'm calm
Because the power is not mine
I'm just gonna let it fly
What can i do nanananana...
What can i do nanananana...
What can i say nanananana.....
What can i do nanananana....
Gue adalah penggemar berat singkong.. Yuhuuu... singkong, bukan salad atau pasta hehe... Ndeso deh gue..
Cemilan favorit gue ini emang ndeso. Tapi gue beneran suka banget (diulang-ulang haha..). Dan hebohnya, gue yang ga pinter masak ini lebih suka singkong goreng buatan gue sendiri ketimbang beli buatan orang lain heuheu... (songong beneeeer).
Sebenernya gue ga cuma suka singkong. Tapi juga suka banget sama kentang, ubi jalar, talas dan wortel. Semuanya umbi-umbian. Wortelnya ga gue goreng kok, gue jus aja, dicampur jeruk eeeuuugggrhh... mantep deeeeh... hehe...
Nah, sebagai penggemar masakan sendiri, gue tentu harus banyak-banyak belajar dan nyari resep terbaik buat makanan kesukaan gue ini. Dan akhirnya gue nemu resep unik dari blog ini. Kenapa unik?
Biasanya singkong goreng bumbu, singkongnya direbus/kukus dulu, trus diungkep pake bumbu baru digoreng. Atau direbus bareng bumbu baru deh digoreng. Resep ini unik karena ga pake kukus atau rebus. Cukup digoreng dulu, trus direndam ke bumbu halus yang udah dicampur air, tunggu sampe merekah baru deh digoreng lagi.
Lebih simple ga sih? Gue rasa enggak. Sama aja ribetnya hehehe.... Yoweslah.. yang penting udah nyoba. Tetep enak (muji masakan sendiri), walau ga berani ngajak orang lain buat nyobain. Takut ada yang mules-mules hehe....
Oh iya singkong goreng bumbu ini juga bisa buat resep buka puasa, soalnya simple. Yaaaah... walaupun biasanya pengen makan yang seger-seger buat buka tapi ga apalah, siapa tau pas puasa nanti malah musim hujan, kan lumayan berguna nih resepnya heuheu... (maksa).
Baiklah ini resepnya :
Singkong (tentu aja - -" )
bumbu halus :
- bawang putih
- garam
- gula
- ketumbar
- air
Oke, gue kasih tau satu rahasia, gue baru tau beda ketumbar dan lada. Baru tau tadi pagi. Hahaha.. selama ini gue selalu disorientasi bumbu dapur. Gue kira lada itu ketumbar hehehe.... *garuk2kepala
Oh iya takarannya? takarannya sekira-kiranya aja deh... dikira-kira aja cukup atau enggaknya hehehe.... (namanya juga pemula).
Cara masakanya :
Cemilan favorit gue ini emang ndeso. Tapi gue beneran suka banget (diulang-ulang haha..). Dan hebohnya, gue yang ga pinter masak ini lebih suka singkong goreng buatan gue sendiri ketimbang beli buatan orang lain heuheu... (songong beneeeer).
Sebenernya gue ga cuma suka singkong. Tapi juga suka banget sama kentang, ubi jalar, talas dan wortel. Semuanya umbi-umbian. Wortelnya ga gue goreng kok, gue jus aja, dicampur jeruk eeeuuugggrhh... mantep deeeeh... hehe...
Nah, sebagai penggemar masakan sendiri, gue tentu harus banyak-banyak belajar dan nyari resep terbaik buat makanan kesukaan gue ini. Dan akhirnya gue nemu resep unik dari blog ini. Kenapa unik?
Biasanya singkong goreng bumbu, singkongnya direbus/kukus dulu, trus diungkep pake bumbu baru digoreng. Atau direbus bareng bumbu baru deh digoreng. Resep ini unik karena ga pake kukus atau rebus. Cukup digoreng dulu, trus direndam ke bumbu halus yang udah dicampur air, tunggu sampe merekah baru deh digoreng lagi.
Lebih simple ga sih? Gue rasa enggak. Sama aja ribetnya hehehe.... Yoweslah.. yang penting udah nyoba. Tetep enak (muji masakan sendiri), walau ga berani ngajak orang lain buat nyobain. Takut ada yang mules-mules hehe....
Oh iya singkong goreng bumbu ini juga bisa buat resep buka puasa, soalnya simple. Yaaaah... walaupun biasanya pengen makan yang seger-seger buat buka tapi ga apalah, siapa tau pas puasa nanti malah musim hujan, kan lumayan berguna nih resepnya heuheu... (maksa).
Baiklah ini resepnya :
Singkong (tentu aja - -" )
bumbu halus :
- bawang putih
- garam
- gula
- ketumbar
- air
Oke, gue kasih tau satu rahasia, gue baru tau beda ketumbar dan lada. Baru tau tadi pagi. Hahaha.. selama ini gue selalu disorientasi bumbu dapur. Gue kira lada itu ketumbar hehehe.... *garuk2kepala
| ini bukan ketumbar sodara-sodara, ini lada ( "- -) |
Oh iya takarannya? takarannya sekira-kiranya aja deh... dikira-kira aja cukup atau enggaknya hehehe.... (namanya juga pemula).
Cara masakanya :
- kupas singkong, cuci, potong sesuai selera
- haluskan bumbu
- campurkan bumbu dengan air secukupnya, kira-kira cukup buat ngerendam singkong, ga perlu banyak-banyak
- goreng singkong dengan api sedang mendekati kecil (halah...). Pake api ini biar singkongnya lembut.
- setelah singkong matang dan lumayan lembut (ga lembut-lembut banget) angkat
- segera ceburkan sang singkong ke dalam air yang sudah dicampur bumbu tadi, tunggu sampai sang singkong merekah seperti pada gambar di bawah
- tiriskan lalu goreng lagi dengan api sedang mendekati besar (halaaah...) sampai si singkong garing
- angkat deeeeh....
ini singkong yang udah digoreng trus direndam sama air bumbu sampai singkongnya merekah
| udah jadi deh.. |
Dampak Sos-ek Program Pemberdayaan Masyarakat Pasca Bencana huwahahaha....
- March 07, 2011
- By desni utami
- 0 Comments
Ngantuk gue mendadak hilang karena sakit kepala. Gue nyalain tivi dan hasilnya ada sinetron "putri yang ditukar tambah" yang bikin gue jadi ilfeel nonton. Matiin tivi dan browsing tentang acara metro tv tadi siang jam 13.00 yang ga sempet gue tonton (padahal udah direncanain dari malam buat nonton acara itu).
Acaranya tentang pengusaha perca. Sayangnya gue ga ketemu video itu di metrotvnews.com. Fiyuuuh.... Jadilah gue jalan-jalan di webnya metro-tv. Eh nemu link ini Semangat Mandiri dari Jeruk, yaelaaaaah... ini videonya bikin kepala gue makin cenat cenut. Inget skripsi. Tentang Batik. Huhuhu.....
Dan judul postingan ini adalah judul skripsi gue yang sangat gue sukai. Dampak Sosial Ekonomi Program Pemberdayaan Masyarakat Pasca Bencanahuwahahahaha....
Yuk marilah.. semangat lagi. Lupakan perca, manik-manik dan sulam pita dulu. Mari mengingat batik kembali.... Menuju melukis senyum di wajah ayah-ibu Mei 2011!!!
Acaranya tentang pengusaha perca. Sayangnya gue ga ketemu video itu di metrotvnews.com. Fiyuuuh.... Jadilah gue jalan-jalan di webnya metro-tv. Eh nemu link ini Semangat Mandiri dari Jeruk, yaelaaaaah... ini videonya bikin kepala gue makin cenat cenut. Inget skripsi. Tentang Batik. Huhuhu.....
Dan judul postingan ini adalah judul skripsi gue yang sangat gue sukai. Dampak Sosial Ekonomi Program Pemberdayaan Masyarakat Pasca Bencana
Yuk marilah.. semangat lagi. Lupakan perca, manik-manik dan sulam pita dulu. Mari mengingat batik kembali.... Menuju melukis senyum di wajah ayah-ibu Mei 2011!!!
Pesta Kebun Ala Kak Ariz dan Mba Wica Plus Crazy Photo Sesion Ala Balsem
- March 06, 2011
- By desni utami
- 0 Comments
Pasang cincin, Kak Ariz gemetaran hohoho...
dan Mba Wica habis mewek gara-gara penghulu telat datang
Mba Wica dan Kak Ariz malu-malu...
Ciyeeeeeh....
Mba Wica dan ibunya... Cantiiiik...
dan Mba Wica habis mewek gara-gara penghulu telat datang
Mba Wica dan Kak Ariz malu-malu...
Ciyeeeeeh....
Mba Wica dan ibunya... Cantiiiik...
Dekorasinya...
Barbarian Balsem Girls
Ini pada makan buat yang keDUA kalinya hahaha...
Bete Nunggu Jemputan
Para penyambut tamunya udah ganti kostum
Love me, love me not, love me, love me not, love me....
(sambil metikin kelopak bunga krisan)
Maw.... I heart you dah...
Bareng mamih-nya Balsem (mba Renti)
Masa kecil terlalu bahagia
nemu ayunan langsung foto-foto (tidak penting)
Dan akhirnya mobil jemputan mogok di tol,
luar biasa sudara-saudara...
Plang tol Cibubur menjadi saksi bertapa hari ini kami memegang prinsip
"anything for you mba wica tersayang....."
*lebay
Perhatikan baju ini...
Mirip ga sama yang ini?
Yup benar, baju tersebut karena tangannya sudah kependekan maka saya transformasikan bentuknya menjadi sebuah TAS hohoho...
Karena kameranya lagi dipinjem maka proses perubahan dari baju ke tas ini tidak bisa didokumentasikan.... Krikrikrik.... (udah sore, banyak jangkrik)
Ayah sering ditugaskan ke Bogor. Minimal satu tahun sekali ada tugas ke Bogor. Pelatihan, seminar, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pendidikan. Selama bertugas di Bogor, ayah selalu datang di saat hujan turun dengan tidak santai. Hujan deras disertai petir kencang. Ayah khawatir pada kesehatan anak gadis kesayangannya. Takut di sini sang anak kedinginan. Oh andai ayah tau... dramaga itu puanaaaaas....
Ayah dengan baik hati akan membawakan sweater, jaket, selimut, minuman jahe, water heater untuk anak kesayangannya itu. Luar biasa dah pokoknya. Salah satu sweater pemberian ayah adalah sweater turtleneck ini.
Nah, karena leher kura-kura pada sweater ini, maka sweater ini jadi jarang gue pake. Sayang rasanya barang pemberian ayah klo ga dipake, maka sweater ini menjadi korban kejahilan gue hehehe.... *ketawa mak lampir.
Yah semoga setelah dirombak jadi sering dipake biar berasa dekat ayah selalu... ^^
Ayah dengan baik hati akan membawakan sweater, jaket, selimut, minuman jahe, water heater untuk anak kesayangannya itu. Luar biasa dah pokoknya. Salah satu sweater pemberian ayah adalah sweater turtleneck ini.
| sweater ajaib |
Nah, karena leher kura-kura pada sweater ini, maka sweater ini jadi jarang gue pake. Sayang rasanya barang pemberian ayah klo ga dipake, maka sweater ini menjadi korban kejahilan gue hehehe.... *ketawa mak lampir.
| dipotong pas di tengah |
| ditambah hiasan kancing dari batok kelapa dan bunga perca |
| tadaaaaaa.... selesai deh.... *simple bener |
Yah semoga setelah dirombak jadi sering dipake biar berasa dekat ayah selalu... ^^








